Rumput Sintetis ArtGrass Go Smart Go Green
Rumput Sintetis Untuk Dekorasi Rumah – PropertiIndonesiaKu

Rumput Sintetis Untuk Dekorasi Rumah – PropertiIndonesiaKu

Berikut ini cuplikan kata demi kata, beserta gambar yang kami ambil dari website http://www.propertiindonesiaku.com/

Link Artikel asli dapat ditemukan disini:

Rumput Sintetis Untuk Dekorasi Rumah


Kesan hijau tidak hanya diciptakan dari elemen hidup seperti tanaman. Tanaman tiruan juga bisa menimbulkan kesan hijau yang asri. Rumput sintetiscontohnya.

Desember tahun lalu, masyarakat andung sempat dihebohkan dengan aksi wali kota Bandung, Ridwan kamil, kala pemugaran alun alun kota kembang, Bandung. Pasalnya, area terbuka seluas 22.000 m² tersebut bukannya dihiasi rumput hidup justru ditutupi hamparan rumput hijau dari plastik. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan bagi warga bandung.

Namun, dengan cerdas, wali kota nyentrik tersebut pun menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut melalui akun sosial medianya.”7 alun-alun BDG 2014 dipilih rumput sintetis: tahan 10 tahun, tahan diinjak injak intensitas tinggi, tidak perlu urugan tanah yang bebani beton,”

Benar saja, bagi Anda yang sudah mengunjungi alun alun Bandung 1 bulan terakhir ini, maka Anda akan melihat keindahan alun alun kota Bandung saat ini. Hamparan rumput plastik yang hijau nan asri tampak menghiasi seluruh permukaan alun alun. Tampilannya pun tak terlihat imitasi, malah terkesan layaknya rumput hidup.

Rumput imitasi pun menjadi buah bibir masyarakat. Bahkan, tak jarang ada yang mulai menggunakannya sebagai elemen dekorasi hunian mereka.

Dulu dan Sekarang

rumput sintetis sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an. saat itu, penggunaan rumput plastik ini marak diaplikasikan sebagai alas lapangan sepak bola, baseball, bulutangkis dan lapangan olahraga lainnya. Namun, belakangan rumput ini mulai digandrungi sebagai salah satu elemen dekorasi hunian.

Sugiarto Witaria, Managing Partner Artgrass (produsen rumput sintetis) wilayah Jabodetabek, mengatakan rumput sintetis dulu dan sekarang memiliki perbedaan dari sisi kualitas dan kerapatan/kepadatan. Sisi kualitas dapat terlihat mirip dengan rumput asli. “Memang dulu sudah mirip rumput asli, tapi sekarang, semakin mirip,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi kerapatan, Sugiarto menambahkan bahwa kepadatan rumput tidak sepadat saat ini. Jarak antar rumput masih terlihat sehingga meninggalkan celah, seolah gundul. Kini, hal itu dapat diatasi dengan meningkatkan kerapatan rumput.

Rumput 2

Selain itu, dari sisi fungsi, kini rumput sintetis ini tidak hanya digunakan sebagai penutup lapangan olahraga, tapi juga pengganti rumput asli di taman terbuka atau menjadi alas karpet didalam ruangan. Bahkan, rumput ini juga kerap diaplikasikan sebagai penutup dinding.

“Pemilik rumah atau kafe bahkan menjadikan rumput ini sebagai penutup dinding, selain untuk dekorasi juga sebagai hiasan,”

Nah, apakah saat ini Anda sudah menggunakan rumput sintetis sebagai dekorasi rumah?

Please leave a comment

three × 2 =